Bersahabatlah

Wahai diri bersahabatlah dengan mereka yang mampu mendekatkan dirimu dengan Rabb-mu.

Kau akan lihat keindahan bersamanya.

Dan kau akan sadar atas sikapmu, benar atau salah.

Dia tidak menegurmu tapi cukup kau perhatikan perbuatan dan ucapannya. Dirimu akan mendapatakan pelajaran.

Begitulah mereka yang telah mendekatkan hatinya kepada Rabb-nya, sehingga yang akan dirasa adalah ketulusan siapa yang dekat denganya.

Terima kasih wahai sahabatku, tanpa kau sadari aku berusaha belajar darimu.

#muhasabah diri

Siapakah Penghalang Kesuksesanmu?

Wahai diri, tahukah kamu bahwa penghalang kesuksesanmu adalah dirimu sendiri.

Dirimu ingin berubah menjadi pribadi yang baik tapi kamu masih berteman dengan orang yang sama.

Dirimu ingin lebih rajin tapi kau berteman dengan orang yang sama.

Wahai diriku, katanya kamu ingin menjadi ini dan itu tapi apa yang sudah kamu lakukan untuk mencapai tujuan mu itu?

Sadarlah untuk mencapai sukses tidak bisa instan.

Kalau dirimu masih malas dan suka menunda-nunda kapan majunya? Kapan berubahnya?

Katanya ingin deket sama Allah tapi kebiasaannya belum dirubah. Tuhkan dirimu sendiri yang mengalangi untuk dekat dengan Allah.

Katanya ingin mencintai Nabi Muhammad tapi kok gak mau ngikutin akhlak dan kebiasaannya.

Jadi gimana wahai diri…

Sadarlah..

Penghalang kesuksesan itu diri sendiri.

#muhasabah diri

Dongeng Bagian Dakwah

Kuningan, 8 Januari 2019- Mahasiswa komunikasi dan penyiaran Islam semester 5 melakukan kunjungan di Radio RASILIMA (Radio siaran linggarjati utama). Kunjungan ini sebagai tugas akhir mata kuliah dasar-dasar radio.

Radio ini adalah salah satu radio tertua di kuningan dengan ciri khas dongennya.

Pendongen pertama kali adalah Abah Kabayan dan diteruskan oleh Mang Jaya yang selalu mengisi siaran dongeng di RASILIMA (103.2 fm).

Mang Jaya memulai siaran dongen pada tahun 1974 M. Dan pertama kali mendongeng ini hanya membaca dari buku dongeng karangan orang lain hingga akhirna saling bekerjasama.

Dongeng yang dibawakan berbahasa sunda dan didalamnya bukan hanya muatan menghibur saja tapi ada nilai kebaikan atau dakwah.

Bagaimana dongen ini bagian dari dakwah? Penyampaian cerita dengan mengajak pendengar dalam kebaikan adalah nilai yang diutamakan maka kebenaran harus diungkapkan dan harus menang sedangkan keburukan harus dihancurkan.

80 persen kesuksesan yang diraih oleh pendakwah adalah salah satunya ada muatan dongeng seperti almarhum ki Entus ungkap pak badar sabagai dosen pengampuh.

#Salam Komunikasi

Kelalaian

Disadari atau tidak…

Hal yang kecil ternyata bisa menjadi sesuatu yang besar.

Seperti halnya sebuah kebaikan yang dianggap kecil dan mudah tapi seringkali diabaikan, padahal bagi sebagian orang kebaikan tersebut dapat menjadikan hal yang besar baginya untuk bekal akhirat.

Sesuatu yang dianggap sepele ternyata dianggap penting oleh orang lain.

Suatu yang dianggap candaan tapi tanpa disadari dapat menyakiti.

Bahkan perkataan yang jujur pun ada yang tersakiti.

Yang dianggap biasa tapi dianggap mulia oleh Allah SWT.

Jangan biarkan dirimu terus dalam kelalaian. Ambil-lah pelajaran dan perbaiki.

#Muhasabah diri

Apakah Aku Telah Mencintaimu?

Apakah cinta itu?

Diri ini merasakan kebahagiaan saat bertemu dan bersama orang tua, merasakan betul ketulusan dalam setiap pengorbanannya untukku. Kelembutannya membuatku merasa nyaman. Pandangannya penuh kasih sayang mereka menginginkan kebaikan selalu untuk ku. Aku pun tak ingin melihat air mata keluar dari keduanya. Aku tak ingin melihatnya sedih. Aku merasa sayang pada mereka. Bahkan disaat jauh aku mulai merindukannya. Saat mereka tak bersamaku aku mulai cemas dan memikirkannya.

Oh Tuhan, aku mencintai mereka.

Aku pun melihat sosok kakak yang hebat. Mereka mampu menjaga ibu dan aku. Setelah kepergian ayah merekalah yang siap untuk selalu bersama kami. Suka dan duka mereka hadapi karena ingin melihat kebahagiaan dari kami.

Perkataan mereka seperti seorang ayah yang menasihatiku. Yang siap untuk selalu mengingatkan dan menegurku. Apa yang mereka dapatkan mereka curahkan padaku.

Mereka ingin agar aku dapat memahi dan turut mengamalkan apa yang mereka dapatkan.

Pengorbanan dan ketelusan mereka membuat aku menyayanginya. Sampai diriku tak ingin melihat mereka sedih dan kuharapkan kebaikan selalu teriring dalam setiap denyutan nafasnya.

Oh Tuhan, aku mencintai mereka.

Wahai diriku, Apasaja yang telah kau lakukan untuk mereka?

Tidak ada yang bisa aku balas kebaikan mereka. Terlalu besar pengorbanannya.

Tak pantas rasanya diri ini berkata cinta.

Apakah diri ini telah berdusta?

Ya Illahi ku tak ingin ada kedustaan dalam diri ini, yang aku inginkan adalah kebaikan dariMu untuk mereka.

Wahai diriku, mereka telah berkorban banyak padamu tapi tahukah ada yang lebih besar pengorbannya melebihi itu semua?

Siapakah dia?

Dia adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah adalah manusia terbaik dam mulya. Akhlaknya adalah bagaikan al-quran yang berjalan.

Rasulullah telah memikirkan aku, keluargaku dan umatnya. Yang telah menangis dan memohonkan ampun dan kebaikan untuk semuanya.

Rasulullah lah yang pantas untuk dicintai.

#muhasabah diri

Lanjutan……

Penghantar Cinta

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل علي سيدنا محمد

Penghantar cinta yang kebahagiaanya sampai di akhirat.

Siapakah Penghantar Cinta itu?

Penghantar cinta itu dari wali-wali Allah, para habaib, ulama, ustadz mereka adalah golongan yang dekat dengan Allah SWT dan mereka senang dengan mengingat Musthafa (Nabi Muhammad), dari telaga-telaga mereka telah meneguk nikmatnya anugerah suci.

Mereka mendirikan mejelis-majelis untuk mengajak mengingat Nabi Muhammad. Manusia terbaik yang pantas untuk di cintai melebihi diri sendiri dan juga lainnya. karena Rasulullah lah yang kau butuhkan ketika di padang mahsyar kelak.

Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz dalam buku “Penyejuk Jiwa” menjelaskan:

Peringatan Maulid manusia terbaik Nabi Muhammad dapat menyembuhkan segala penyakit, serta juga dapat menyinari sanubari dalam menunjukkan jalan yang benar.

Hidupkanlah peringatan Maulidnya, karena itu adalah bentuk hidupnya agama (Islam) ditengah-tengah manusia pada setiap generasi ke generasi.

Peringatan maulid Nabi dapat menghidupkan cinta di dalam jiwa sehingga membuatnya berbangga di dalam mengikuti jejak sang kekasih Nabi Muhammad baik dalam perbutan dan perkataan. Dan juga bisa menambah rasa setia kepada Allah SWT dengan benar di dalam hati, sehingga nanti bisa merasakan segarnya meneguk air Salsabila (minuman ahli surga).

Wahai jiwa yang mengatakan cinta kepada Allah SWT. tahukah dirimu untuk sampai cinta kepada-Nya adalah harus mengikuti Nabi Muhammad. Nabi Muhammad adalah sebagai kunci untuk sampai kepada Allah. Jika dirimu sudah mengikuti Nabi Muhammad maka Allah akan mencintaimu.

Bagaimanakah kaidah cinta? Kaidah cinta adalah mudah berkorban, bersabar, akan patuh, menjaga, memberikan yang terbaik itulah kisah cinta. Ini bukanlah cinta urusan syahwat. Semua sifat-sifat kebaikan adalah Mahabbatullahi (cinta kepada Allah ) dan itu akan terwujud jika mengikuti cara berakhlaknya Nabi Muhammad SAW (mutiara hikmah Buya Yahya).

#muhasabah diri

#maulid albahjah II besama ustdaz Syaf, habib Ahmad al Habsyi dan Buya Yahya (6-01-19).

Kita Harus Yakin

Wahai jiwa sadarlah, kau milik siapa?

Dan kemanakah kau akan kembali?

Yakinkah kau dengan akhirat?

Wahai jiwa, dirimu ada karena kehendak Sang Pencipta. Maka yakinlah kepada-Nya bahwa hidupmu akan bahagia bila kau mau patuh pada perintahNya.

Ingat ! Allah menciptakanmu adalah untuk ibadah (ad-dzariat: 56).

Saat Allah ingin menyayangimu dengan berbagai cara maka terimalah.

Terkadang kita mengeluh dengan beratnya masalah hidup, baik itu cobaan atau ujian, padahal jika disadari diri kita memang tidak akan mampu untuk menyelesaikanya, karena diri kita itu lemah maka solusinya dekat dan mintalah pada Sang Maha Kuat Allah ya Qowiyun.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan beban melainkan sesuai dengam kesanggupannya (al-baqarah: 286).

Apapun yang terjadi yakinlah.

Jangan biarkan masalah itu menjadikanmu berprasangka buruk pada Allah, dan jangan pernah bersedih berlebihan karena kita harus yakin

“La tahzan Innallaha ma’ana: janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah mersama kita”.

Cukup dengan Yakin pasrahkan kepada Allah “jika Allah telah menghendaki, cukup Ku berkata Jadi maka jadilah (kunfayakun) yasiin: 82.

Allah maha mengetahui dengan semua ikhtiarmu, dan Allah pun tidak akan menyia-nyiakan itu.

Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan mendapat balasannya (al-zalzalah: 7).

Wahai jiwa Yakinlah!

Jika kau hanya berharap kepada Allah SWT maka kau tidak akan menemukan rasa kekecewaan.

#muhasabah diri

#rifatulmahmudah111